Iamenunjuk sebagai huruf tambahan, tidak dibaca sebagai huruf mad ketika menyambung atau berhenti bacaan. Tanda bulat ini yang diletak atas huruf alif,wau dan ya tambahan juga dikenali sebagai As Sifrul Mustadir الصفر المستدير atau boleh disebut sifir mustadir seperti disebut oleh Ustaz Hazri Hashim didalam kitabnya Syarah Matan Catatan Untuk memudahkan mengingat cara membacanya, maka apabila huruf siin diletakkan di atas huruf shad, maka huruf siin lebih didahulukan dibaca, tetapi jika huruf siin diletakkan di bawah huruf shad, maka huruf shaad lebih didahulukan dibaca. 2. Hukum washal (Qs. Ali Imran: 1-2) Cara membacanya ketika washal adalah : . Sebagaicatatan, apabila suatu huruf berharakat fathah diikuti huruf Alif sukun (mati), maka bunyi a dibaca panjang. 2) Kasrah. Tanda baca atau harakat berikutnya adalah kasrah. Harakat kasrah juga berbentuk garis horizontal, namun letaknya berada di bawah huruf hijaiyah. Jika fathah mewakili bunyi a, maka kasrah melambangkan bunyi i. Sifatjika bersamaan dengan ziadah alif nun disyaratkan harus mengikuti wazan (dibaca kasroh tanwin) karena ada huruf jar (إلَى) tapiii gara gara lafadz itu punya illat karena mengikuti wazan مَفَاعِلَ maka tanwin nya harus dibuang dan mengikuti hukum isim ghoiru munshorif yaitu 'harus dibaca (Fathah) diakhir kata saat dlm .

jika ada huruf nun dibawah alif dibaca apa