Keduakasus tadi hanya contoh dari beberapa efek kondisi kandang kambing yang tidak bagus. Di Indonesia terdapat dua model kandang kambing yang umum digunakan, yaitu kandang panggung dan lemprak. Tinggi panggung biasanya dibuat minimal 50-70 cm. Tinggi ruang kandang dari bagian alas kandang hingga atap kurang lebih 2 m. Lubang untuk HANYADISINI ☎ WA 0812 2782 5310 Produsen Rangka Atap Baja Ringan Klaten Selatan, Klaten 57425 HANYA DISINI ☎ WA 0812 2782 5310 Produsen Rangka Atap Baja Ringan Klaten Selatan, Klaten 57425 ~ ☎ WA 0812 2782 5310 Daftar Harga Baja Ringan Untuk Rumah Bayat, Klaten 57462 ☎ WA 0812 2782 5310 Pintu Tralis Tempa Kandangyang dibentuk atau dibuat secara sederhana, biasanya memakai patokan patokan sebagai berikut. Kandang Kambing Jantan. Untuk seekor kambing jantan memerlukan kandang seluas: 1 x 1.5 m. Kandang Kambing Betina. Biasanya kandang kambing betina, akan dibuatkan untuk kandang betina yang besar dan bunting serta mempunyai anak satu atau dua ekor. HUBUNGIKAMI ☎ WA 0812 2782 5310 Harga Pintu Pagar Stainless Teras, Boyolali 57372 HUBUNGI KAMI ☎ WA 0812 2782 5310 Harga Pintu Pagar Stainless Teras, Boyolali 57372 ~ ☎ WA 0812 2782 5310 Pintu Modern Andong, Boyolali 57384 ☎ WA 0812 2782 5310 Merk Rangka Baja Terbaik Sambi, Boyolali 57376 ☎ WA 0812 2782 . Kandang mutlak diperlukan dalam usaha peternakan kambing yang dilakukan secara intensif maupun semi intensif. Kandang dan perlengkapannya termasuk tempat pakan, tempat minum, harus sudah disediakan sebelum pengadaan ternak dilakukan. Fungsi kandang adalah sebagai berikut 1. Untuk melindungi ternak dari pemangsa mis binatang buas dan kondisi lingkungan yang ekstrim mis suhu terlalu panas/dingin, angin kencang, dll. 2. Mencegah ternak kambing agar tidak merusak tanaman, mengingat kambing suka memakan tanaman yang masih muda. 3. Tempat untuk makan, minum dan istirahat kambing. 4. Tempat untuk kawin dan beranak. 5. Tempat untuk merawat ternak yang sakit. 6. Untuk memudahkan pengontrolan ternak kambing. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang kambing Ø Dibuat dari bahan yang cukup kuat dengan nilai ekonomi yang tinggi. Ø Dinding kandang memiliki ventilasi yang cukup baik. Ø Ukuran kandang disesuaikan dengan kebutuhan. Ø Mudah dalam pembersihan dan perawatan kandang. Tempatkan kandang pada tempat yang kering atau tidak tergenang air. Jarak kandang agak jauh dari rumah dan sumur , ± 10 meter. Cukup mendapat sinar matahari dan terlindung dari angin kencang. Kandang seperti rumah panggung, dengan lantai kandang berjarak minimah 50 cm dari tanah. Lantai kandang terbuat dari papan kayu atau bamboo dengan jarak 2 – 3 cm. Kelemahan kandang panggung, biaya relative mahal dan ada resiko kecelakaan/ternak terperosok. Sedangkan kelebihannya, kandang relatif bersih, kering, perkembangan penyakit, parasit dan jamur dapat ditekan. 2. Kandang dg lantai tanah/semen. Kelemahannya, kebersihan kandang kurang terjamin, penyakit sulit dikontrol. Kelebihannya, biaya lebih murah, cara pembuatan lebih sederhana dan resiko kecelakaan relative kecil. 3. Kombinasi kandang panggung dan lantai tanah. Sebagian kandang bertipe panggung dan sebagian belantai tanah. Biasanya digunakan untuk ternak kambing dengan tujuan untuk pembibitan. Atap kandang dapat dibuat dari dau kelapa. welit, rumbia, genteng, asbes dan seng. Sebaiknya atap menggunakan genteng, sehingga pada siang hari tidak terlalu panas dan malam hari tidak terlalu dingin. Bila memakai atap seng, ternak mudah stress, karena siang hari terlalu panas, malam terlalu dingin. Atap kandang dibuat miring 45º, sehingga bila hujan segera jatuh ke tanah. Model atap kandang ada 4 yaitu Atap gable Atab shade 1. Semi monitor 4. Monitor Atap monitor Atap semi monitor Pada kolong kandang dibuat lubang sedalam 10 – 15 cm untukmenampung kotoran. Bisa juga kolong kandang dibuat miring dan disemen. Agar kotoran mudah digelontor. Air gelontoran dan kotoran langsung masuk saluran pembuangan untuk diolah menjadi pupuk organik. Jenis kandang 2. Kandang Koloni/kelompok, ukuran kandang relatif luas, tidak ada sekat antar ternak. Luas kandang disesuaikan dengan umur dan jumlah kambing yang dipelihara. v Umur 3 – 7 bulan, luas kandang rata-rata 0,5 m² / ekor v Umur 7 – 12 bulan, luas kandang rata-rata 0,75 m² / ekor v Umur >12 bulan, luas kandang rata-rata 1 – 1,5 m² / ekor 3. Kandang Individu/baterai, kandang yang disekat-sekat , cukup untuk 1 ekor saja, gerak kambing dibatasi, sehingga perkembangan ternak lebih cepat. 4. Kandang beranak dan menyusui. Kandang untuk induk yang baru melahirkan dan menyusui anaknya. Penting dipisahkan dari ternak yang lain untuk menghidari anak terinjak oleh ternak lain. Ukuran kandang. Ø Kandang pejantan, selain sebagai hunian, juga berfungsi sebagai tempat kawin, dengan luas kandang 2,5 – 3 m² / ekor. Ø Kandang induk, dengan luas 1,5 m² / ekor, bila ada anak ditambah 0,04 m² ekor 0,2x 0,2m. Lepas sapih sampai dengan 6 – 7 bulan, luas kandang 1 – 2 m² / ekor Penggemukan, untuk kandang koloni 1,5 m² /ekor, individu ukuran 60 – 70 cm x 1-1,2m. Sarana dan prasarana kandang. Perlengkapan kandang berupa tempat pakan, minum dan kotak garam. Perlu juga disediakan alat-alat kebersihan, seperti sapu, sikat, sabit, alat pengangkut. Yang perlu diperhatikan, sebelum ternak dating sebaiknya kandang disucihamakan dengan desinfektan untuk mencegah timbulnya hama / penyakit dari kandang ke ternak. Industri peternakan telah berkembang secara pesat di Indonesia. Pertumbuhan yang cepat ini merupakan dampak dari meningkatnya permintaan produk ternak baik itu dari individu ataupun perusahaan, selain itu besarnya arus globalisasi juga membuka peluang usaha peternakan untuk merambah pasar internasional. Meningkatnya industri peternakan juga harus diimbangi dengan fasilitas pemeliharaan yang bagus untuk memaksimalkan produksi ternak. Salah satu fasilitas yang penting bagi ternak yaitu kandang, kandang merupakan rumah bagi ternak. Salah satu bagian kandang yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan ternak yaitu atap. Terdapat berbagai model atap namun terdapat 4 model atap yang umum digunakan untuk kandang ternak. Disini kami akan membahas bagaimana peternak dapat memilih model atap terbaik untuk kandang sesuai kebutuhan Apa Itu AtapAtap merupakan penutup dari sebuah kandang yang letaknya berada diatas kandang untuk melindungi bagian yang berada dibawahnya. Dalam pembuatan atap kandang bahan dan model atap berpengaruh besar terhadap produktivitas ternak, karena atap merupakan salah satu komponen untuk mengendalikan pengaruh dari lingkungan kandang terutama kondisi panas, hujan, dan juga cuaca ekstrim. Penggunaan atap pada peternakan disesuaikan dengan jenis ternak, kondisi lingkungan, dan ketinggian tempat. Karena cuaca di Indonesia cenderung panas atap yang biasa digunakan berupa atap monitor atau semi monitor dengan bahan atap bervariasi seperti genteng, asbes, dan rumbia. Nyaman atau tidaknya ternak dipengaruhi oleh atap yang bagus secara fungsional. Dengan ternak yang nyaman produktivitasnya akan meningkat dan keuntungan pun meningkat. Dalam memilih model atap perlu diperhatikan beberapa faktor yaitu1. Kondisi Lingkungan/IklimFaktor utama yang mempengaruhi pemilihan model atap yaitu kondisi lingkungan terutama suhu, kelembaban, dan ketinggian lokasi kandang. Kelembaban berkaitan dengan presentase air pada udara di sekitar lingkungan. Kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan munculnya bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi atau sakit pada hewan. Selain itu, kelembaban yang terlalu tinggi juga membuat ternak kesulitan untuk menyalurkan panas dari tubuh ke lingkungan, hal ini dapat menimbulkan stres pada ternak dan menurunkan produktivitas merupakan ukuran yang menunjukan panas atau dinginnya suatu lingkungan. Suhu yang terlalu tinggi membuat ternak menurun produktivitasnya karena energi yang seharusnya digunakan untuk produksi telur, susu, atau daging digunakan untuk termoregulasi ternak. Pengaruh suhu yang ekstrim dapat terlihat jelas pada beberapa ternak seperti sapi perah, ayam broiler, ataupun ayam layer. Ketinggian tempat juga mempengaruhi pemilihan model atap. Tempat yang lebih tinggi biasanya memiliki suhu relatif lebih rendah dan kelembaban yang tinggi, begitu juga sebaliknya pada daerah rendah biasanya memiliki suhu relatif tinggi dengan kelembaban rendah. Biasanya kandang yang dibangun di lingkungan tinggi seperti pegunungan memiliki model atap lebih tertutup dan jarang terdapat ventilasi untuk menahan panas di dalam kandang. Hal ini bertujuan supaya ternak tidak mengalami kedinginan. Begitu juga sebaliknya kandang yang berada di dataran rendah biasanya memiliki model atap lebih terbuka dan terdapat banyak ventilasi untuk mengalirkan udara panas di dalam kandang. 2. Jenis Hewan TernakSetiap hewan ternak membutuhkan jenis atap yang berbeda, seperti pada hewan yang memiliki ukuran besar cenderung membutuhkan model atap lebih terbuka. Hal ini karena hewan membutuhkan ventilasi atau aliran udara yang lebih tinggi. Contoh nyata yang dapat dilihat yaitu pada peternakan sapi biasanya mereka memiliki model atap lebih terbuka seperti atap monitor untuk mempermudah sirkulasi udara, sedangkan pada peternakan kambing ataupun domba menggunakan atap yang lebih Biya Pembuatan AtapAtap memiliki struktur kerangka untuk menopang bahan yang digunakan untuk menutupi kandang. Semakin rumit sebuah model atap semakin tinggi pula biaya untuk membuatnya. Selain itu pemilihan bahan juga perlu diperhatikan sesuai kebutuhan, seperti atap berbahan genteng lebih mahal dibanding atap berbahan asbes. Namun, bukan hanya biaya pembuatan atap yang perlu diperhatikan, peternak juga harus mempertimbangkan biaya perawatan atap untuk memastikan bahwa atap dapat berfungsi dengan baik selama BahanBahan untuk pembuatan atap kandang terdiri atas berbagai jenis mulai dari genteng, rumbia, asbes, seng, dan galvanum. Pemilihan bahan didasarkan pada kemampuannya menahan ataupun menghantarkan panas. Setiap bahan atap memiliki kemampuan tersendiri dalam melindungi ternak dari radiasi panas matahari. Bahan yang paling menahan panas dari luar secara urut yaitu atap rumbia, genteng, asbes, galvanum dan seng. Kemampuan atap genteng menahan panas membuat bagian dalam kandang tidak terlalu panas membuatnya sering dipilih untuk kandang ternak. Atap model seng tidak direkomendasikan jika suhu udara terlalu tinggi karena hal tersebut akan membuat ternak mengalami stres panas. B. Model Atap Untuk Kandang TernakTerdapat berbagai model atap untuk kandang ternak, namun disini kami akan membahas 4 model atap yang umum digunakan. Faktor utama dalam pemilihan model atap yaitu kondisi lingkungan. Hal ini karena ternak sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan seperti suhu dan kelembaban. Keempat jenis atap tersebut ialah1. Atap ShadeAtap Shade merupakan atap yang terdiri hanya satu bidang atap diatas kandang dengan kemiringan sekitar 25 derajat. Kemiringan atap disesuaikan sesuai kebutuhan peternak. Atap yang terlalu datar terkadang tidak mengalirkan air hujan dengan baik dan cahaya matahari sulit masuk. Atap dengan bentuk ini akan membuat sinar matahari masuk dengan mudah yang akan menyebabkan kondisi kandang menjadi cepat kering. Dalam membuat kandang dengan atap seperti ini arah kandang sangat penting, biasanya arah kandang dibuat menghadap ke selatan ataupun utara supaya tidak terkena cahaya matahari langsung dan menghindari panas yang terik saat siang hari. Kandang dapat juga dibuat menghadap ke timur supaya ternak mendapat cahaya matahari saat pagi hari. Saat pembuatan atap yang menghadap ke timur bagian belakang harus diberi dinding atau terpal karena cuaca pada siang dan sore hari cukup terik dan tidak terlalu bagus bagi ternak. Kandang dengan atap shade cocok digunakan untuk dataran tinggi karena cuacanya tidak terlalu panas, dan mampu menahan panas supaya tidak keluar kandang. Keunggulan atap model ini yaitu Simpel dan mudah perbaikan dan maintenance yang mudah dan pembuatan yang kekurangan atap jenis ini yaitu Kurang cocok untuk dataran rendah, hal ini karena ventilasi diatas atap kurang yang harus diperhatikan jika, penempatan buruk kandang tidak dapat memberikan manfaat pada ternak, model atap ini juga tidak dianjurkan menghadap ke barat karena sinar matahari saat siang dan sore hari cukup panas dan kurang baik untuk sumber listrik yang lebih tinggi, karena tidak ada pencahayaan dari atas Atap Monitor Atap monitor memiliki dua buah komponen atap dengan satu komponen lebih tinggi daripada komponen lainnya dan juga terpisah dari atap utama. Atap monitor cocok digunakan pada dataran rendah di indonesia yang memiliki suhu cenderung panas. Atap monitor biasanya digunakan untuk ternak ayam petelur, sapi, kambing, dll. Atap monitor memiliki beberapa keunggulan sepertiVentilasi dan sirkulasi udara pada kandang yang pencahayaan baik pada bagian tengah kandang sehingga mampu menghemat atap paling cocok untuk ternak di daerah dataran rendah dan daerah dengan suhu menurunkan suhu kandang dengan lebih nyaman karena udara lebih segar dan kandang lebih dingin. Meskipun memiliki banyak keunggulan atap monitor juga memiliki kekurangan yaituBiaya pembuatan serta perawatan atap yang tukang yang ahli saat proses pembangunan karena memiliki rancangan malam hari akan menyebabkan kondisi kandang yang dingin dikarenakan tidak adanya cahaya matahari serta saat malam hari ternak cenderung diam yang akan menarik udara dingin kedalam hujan deras air dapat masuk kedalam kandang jika konstruksi atap kurang atas atap sering digunakan untuk sarang Atap GableMerupakan atap dengan dua bidang atap yang membentuk segitiga sama sisi. Atap gable sangat sering dijumpai pada rumah-rumah di Indonesia. Atap dengan bentuk segitiga ini memiliki bagian ruang kosong dibagian atas yang dapat menyimpan panas. Atap gable cocok digunakan untuk ternak yang berada pada dataran tinggi karena mampu menahan panas supaya tidak keluar dari kandang sehingga ternak akan tetap hangat. Atap gable dapat digunakan untuk ternak kambing, sapi, ayam pedaging, dll. Atap gable memiliki beberapa keunggulan yaitu Tidak membentuk genangan air karena bentuknya segitiga dan tidak mudah kotor. Biaya pembuatan dan perawatan relatif dibuat karena desainnya sederhana. Kekurangan atap gable yaituPencahayaan kurang bagus pada bagian tengah udara yang kurang bagus dari bagian atap roboh karena cuaca ekstrim dan angin jika konstruksi kurang bagus sehingga pada daerah berangin kencang atap ini tidak Atap Semi MonitorAtap semi monitor merupakan kombinasi atara model atap terbuka dan atap tertutup. Sesuai namanya semi monitor, merupakan atap dengan bentuk seperti atap monitor tapi hanya memiliki satu bagian ventilasi dapat juga disebut setengah monitor. Karena hanya terdapat satu bagian ventilasi untuk arahnya dapat disesusuaikan sesuai dengan kebutuhan. Atap semi monitor dapat di arahkan ke timur untuk mendapatkan sinar matahari pagi dan tidak terkena panas pada siang dan sore hari. Atap semi monitor cocok digunakan pada dataran rendah dan biasanya digunakan untuk ayam atap semi monitor yaitu Sirkulasi udara dan pencahayaan lebih baik dibanding atap gable dan shade, tetapi masih kalah dengan atap pembuatan lebih murah dan mudah dibanding atap menurunkan suhu kandang dengan atap semi monitor yaituArah kandang harus disesuaikan karena hanya ada satu bagian ventilasi dan pencahayaan, jika arah buruk maka atap tidak dapat berfungsi dengan ventilasi dapat digunakan untuk sarang hujan dapat masuk jika konstruksi KesimpulanDalam membangun kandang setiap peternak harus memperhatikan model atap yang digunakan dengan memperhatikan jenis ternak, kondisi lingkungan, dan ketersediaan modal. Pemilihan model atap sangat penting untuk menjaga kenyamanan hewan ternak. Setiap model memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, model semi monitor dan monitor merupakan model atap yang paling cocok digunakan untuk kandang di daerah dataran rendah dan model atap gable dan shade merupakan model atap yang paling cocok digunakan pada dataran tinggi. Namun, hal yang paling penting dalam pemilihan model atap yaitu melakukan riset dan analisis secara menyeluruh, jika anda membutuhkan lebih banyak informasi anda dapat bertanya pada orang yang lebih profesional disekitar anda dan dapat membaca jurnal atau informasi dari berbagai sumber. Terimakasih semoga bermanfaat. Atap menyesuaikan jenis dan konstruksi kandang yang didirikan. Foto Dok. Andy Kandang merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan. Jika tidak direncanakan dengan baik, akan sangat mempengarui keberhasilan pemeliharaan ternak tersebut. Hal yang perlu diketahui sebelum mendirikan perkandangan adalah menentukan pembangunan kandang tertutup atau kandang terbuka, menentukan arah membujur kandang barat dan timur, dimensi kandang panjang dan lebar, maupun pemilihan bahan baku untuk kandang seperti kayu, bambu, ataupun dengan solid wall dengan bata ringan atau piu untuk kandang tertutup. Hal yang tidak kalah penting adalah menentukan penggunaan bahan untuk atap kandang. Karena atap akan menyesuaikan jenis dan kontruksi kandang yang akan didirikan. Atap merupakan struktur bangunaan bagian atas yang berfungsi sebagai penutup bangunan untuk melindungi struktur yang ada di bawahnya. Oleh karena itu, pemilihan bahan jenis atap cukup menentukan kenyamanan ayam, khususnya sistem kandang terbuka. Fungsi utama atap adalah melindungi bangunan dari suhu panas akibat radiasi sinar matahari, tampias hujan, petir, mengurangi pergerakan angin dan debu, serta sebagai pelindung dan penutup ruangan juga berfungsi pula sebagai estetika bangunan. Bentuk atap yang sering digunakan untuk atap bangunan kandang adalah bentuk pelana, yaitu tersusun dari dua bidang miring yang bertemu di tepi atas dalam satu garis lurus. Di daerah tropis dengan suhu dan kelembapan tinggi, banyak peternak menggunakan kandang dengan memakai monitor untuk mengantisipasi suhu udara dan memperbaiki sirkulasi udara dalam kandang Gambar 1. Gambar 1. Kandang dengan monitor. Berbagai macam jenis atap yang sering dipakai untuk kandang adalah genteng, rumbia/kayu, asbes campuran fiber semen dan pulp, seng warna, galvalum/spandek galvanis aluminium, PVC berongga PVC Twinwall. Genteng adalah atap yang terbuat dari tanah liat, cukup baik dibandingkan bahan baku lainya. Hal ini dikarenakan nilai koefisien konduksi dari tanah liat relatif kecil. Tanah liat juga memiliki kemampuan menyimpan panas, sehingga lebih cocok digunakan sebagai atap kandang di daerah dingin. Sebagian peternak menggunakan atap genteng karena lebih baik dalam melindungi ayam dari radiasi panas sinar matahari. Disamping itu genteng terbuat dari tanah liat, sehingga tidak mudah terbakar. Namun disisi lain dalam pembuatan kandang diperlukan banyak bahan untuk menopang genteng, disamping itu kontruksi bangunan harus kokoh karena harus menahan beban genteng yang relatif berat. Gambar 2. Atap kandang genteng, asbes, galvalum spandec. Atap PVC berongga PVC Twinwall cukup baik digunakan untuk menahan radiasi dan panas, karena didalamnya terdapat rongga udara yang didesain khusus sehingga menjadi penghantar panas yang rendah. Udara adalah penahan panas alamiah yang sangat baik sehingga atap jenis ini juga dapat dijadikan pilihan untuk atap kandang di daerah tropis. Keunggulan atap jenis ini adalah ringan, praktis dan menarik dari sisi estetika namun mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi jika digunakan untuk kandang dan kelemahan atap jenis ini adalah mudah terbakar. Seperti diketahui bersama, iklim tropis dengan fluktuasi suhu yang cukup lebar dan kelembapan tinggi akan sangat berpengaruh terhadap produksi ayam, baik pencapaian bobot ayam pedaging broiler maupun hen day produksi pada ayam petelur layer. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi peternak untuk mencapai potensi genetik dari broiler maupun layer. Dengan kemajuan genetik layer maupun broiler yang semakin pesat dewasa ini, dibutuhkan struktur perkandangan dan equipment yang bisa mendukung perkembangan genetik tersebut. Perkandangan sistem closed house CH menjadi pilihan utama peternak untuk mendapatkan hasil maksimal dalam budidaya saat ini. Hal ini dikarenakan dengan sistem CH, peternak bisa mengatur suhu dan kelembapan, serta kecepatan angin sesuai kebutuhan ayam. Tabel 1. Suhu dan kelembapan yang nyaman bagi ayam Broiler Layer Umur Hari Suhu °C Kelembapan % Umur Hari Suhu °C Kelembapan % 1 32-29 60-70 0-3 33-31 55-60 3 30-27 60-70 4-7 32-31 55-60 6 28-25 60-70 8-14 30-27 55-60 9 27-25 60-70 15-21 28-26 55-60 12 26-25 60-70 22-24 25-23 55-60 >15 24-25 60-70 >25 25-23 55-60 Sumber Info Medion. Table 2. Pengaruh kelembapan terhadap suhu yang dirasakan ayam Suhu Efektif yang Dirasakan Ayam °C Kelembapan pada Thermohygro % 40% 50% 60% 70% Suhu Kandang pada Thermohygro °C 30 36 33,2 30,8 29,2 28 33,7 31,2 28,9 27,3 27 32,5 29,9 27,7 26 26 31,3 28,6 26,7 25 25 30,2 27,8 25,7 24 24 29 26,8 24,8 23 Sumber Info Medion. Dengan mengetahui suhu dan kelembapan yang nyaman bagi ayam, maka hal terpenting adalah bagaimana mengondisikan lingkungan dalam kandang sesuai dengan kebutuhan ayam. Untuk mendapatkan suhu ideal dalam kandang, adakalanya bisa dengan mengatur ketinggian atap dengan jarak batrei teratas cages atau dengan lantai postal khususnya pada kandang terbuka. Semakin tinggi jarak atap dengan posisi ayam akan semakin baik. Selain itu juga kipas diperlukan jika kondisi/suhu dalam kandang masih tinggi. Prinsipnya dengan mengalirkan udara dalam kandang akan semakin meningkatkan suplai oksigen dalam kandang, sehingga lebih sejuk dan nyaman. Sebagian besar suhu tinggi di dalam kandang diakibatkan oleh radiasi sinar matahari dan panas dari tubuh ayam itu sendiri. Radiasi sinar matahari yang sampai ke atap akan ditransmisikan sebagian dipantulkan dan sebagian diserap material atap. Transmisivitas dan reflektivitas dipengaruhi oleh sudut datang radiasi matahari. Sedangkan besarnya absorsivitas hampir konstan untuk semua sudut datang sinar matahari dari 0-90° Takakura,1989. Untuk mengurangi radiasi panas dari sinar matahari bisa juga dengan mengatur sudut/kemiringan atap. Semakin besar nilai sudut datang radiasi maka semakin kecil radiasi yang ditransmisikan ke dalam ruangan Maztalers, 1977. Kemiringan atap normal yang lebih efisien dalam mentransmisikan radiasi sinar matahari yaitu 25-30° Wulandari 2005 kandang terbuka. Sedangkan sudut atap 10° sudah lazim digunakan pada kandang closed house. kiri Gambar 3. Sudut atap 25°. kanan Gambar 4. Sudut atap 10°. Penambahan plafon juga bisa menjadi pilihan untuk mengurangi efek radiasi dalam kandang. Hal ini dikarenakan pada ruangan yang terbentuk antara penutup atap dengan plafon akan terjadi perpindahan panas secara konveksi, dimana udara panas akan mengalir keluar celah plafon karena perbedaan tekanan udara yang lebih tinggi. Kandang yang berada di dataran tinggi pada saat malam hari dimana suhu cukup rendah, ini bisa diantisipasi dengan pengaturan tirai kandang dan menjaga ketebalan litter dan menjaga tetap kering. Prinsipnya menjaga kondisi dalam kandang tetap berada pada suhu ideal dengan memperhatikan sirkulasi yang baik. Jika diperlukan bisa menambahkan pemanas dalam kandang seperti saat periode brooding 1-2 mg. Atap genteng direkomendasikan untuk kandang di daerah dingin karena sifat dari genteng dapat menyimpan panas saat siang hari, sehingga cukup hangat saat suhu dingin di malam hari. Namun penyesuaian berbagai jenis dan model atap kandang saat ini tidaklah cukup untuk mengatasi problem suhu dan kelembapan, serta sirkulasi udara, dengan kemajuan teknologi yang semakin maju perlu dipertimbangkan aspek manajemen dan sistem perkandangan untuk mendukung dan meningkatkan hasil produksi. Pada prinsipnya pembangunan kandang harus mempertimbangkan hal yang paling mendasar berkaitan dengan iklim dan keadaan lingkungan yang variatif, sehingga perlu dilakukan analisis dan keputusan untuk mengatasi dampak tersebut melalui perencanaan strategis jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Inovasi perlu dilakukan dalam rangka mengantisipasi problem tersebut. Inovasi sederhana dengan hasil optimal perlu dilakukan untuk mengatasi cuaca ekstrem seperti pembuatan cooling net sederhana dan tunnel door sederhana dengan pendekatan tunnel door curtain system dan inovasi sederhana lainnya. Sedangkan jangka panjang pembangunan kandang mutlak menggunakan full closed house. *** Drh Andy Siswanto Manager Operational Kopkar Comfeed Makmur

atap kandang kambing yang bagus