Tujuanutama latihan kebugaran jasmani adalah.. VF. Vicky F. 08 Maret 2022 01:33. Pertanyaan. Tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah Mau dijawab kurang dari 3 menit?
Banyakpilihan untuk jenis program kebugaran jasmani misalnya berbentuk permainan seperti tennis, bulu tangkis, Bola Voli, Bola Basket, dll. kebugaran dianjurkan untuk berlatih selama 20-60 menit dalam intensitas . 7 Termasuk dalam prinsip latihan adalah: 1. Overload (beban berlebih) pembebanan diterapkan diatas ambang
seharihari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, untuk dapat meningkatkan kesegaran jasmani perlu melakukan latihan fisik yang melibatkan komponen kesegaran jasmani. 3) Menurut Pusat Kesegaran Jasmani dan ekreasi (1999: 1) R kesegaran jasmani adalah kondisi jasmani yang bersangkut paut dengan kemampuan dan kesanggupannya berfungsi dalam
A Landasan Teori. 2. Latihan untuk Meningkatkan Kecepatan Lari 100 Meter. Latihan merupakan proses yang harus dilakukan dan dijalani untuk mencapai prestasi dalam olahraga. Menurut Harsono (1988:101), "latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja yang dilakukan secara berulang- ulang, dengan kian hari kian menambah jumlah
. Dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, kebugaran jasmani diperlukan oleh setiap orang apa pun kegiatan dan profesinya, dari usia muda sampai orang tua karena dengan tingkat kebugaran jasmani, seseorang termasuk pelajar bisa melaksanakan aktivitasnya dengan baik dan lancar pula. Untuk meningkatkan dan mempertahankan kondisi kebugaran jasmani maupun rohani seseorang, di antara caranya yaitu dengan melakukan berbagai bentuk latihan fisik atau jasmani secara teratur dan sesuai aturan. Untuk mengetahui kondisi kebugaran jasmani seseorang, perlu dilakukan serangkaian tes dan pengukuran. Di dalam tes dan pengukuran ada prinsip dan prosedur latihan yang harus dilakukan. Hasil dari tes dan pengukuran itu kemudian masih perlu diolah lalu diinterpretasikan agar bisa diketahui secara bermakna. Pengertian Kebugaran JasmaniKebugaran Jasmani dalam KehidupanBentuk-bentuk Kebugaran JasmaniPrinsip-prinsip Latihan Kebugaran Jasmani1. Prinsip Overload 2. Prinsip Konsistensi3. Prinsip Spesifikasi4. Prinsip Progresif5. Prinsip Individualitas6. Prinsip Tahap Latihan7. Prinsip Periodisasi8. Prinsip KestabilanFungsi Kebugaran Jasmani1. Berdasarkan pekerjaan/aktivitas2. Berdasarkan keadaan3. Berdasarkan umurFaktor Kebugaran JasmaniMakanan yang cukup dan bergiziKebiasaan hidup sehatLatihan olahraga atau latihan jasmaniIstirahat atau tidur yang cukupLatihan Kebugaran JasmaniManfaat Latihan Kebugaran JasmaniPrinsip Utama Ketika Berlatih Untuk Mencapai Kebugaran Jasmani Adalah Pengertian Kebugaran Jasmani © Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan kerja atau aktivitas, mempertinggi daya kerja dengan tanpa mengalami kelelahan yang berarti atau berlebihan. Kebugaran jasmani adalah kondisi jasmani yang berkaitan dengan kemampuan dan kesanggupan dalam melaksanakan pekerjaan secara optimal dan efisien. Disadari atau tidak, sebenarnya kebugaran jasmani ini merupakan salah satu kebutuhan manusia karena kebugaran jasmani bersenyawa dengan tubuh manusia. Untuk mengembangkan dan memelihara kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan cara latihan jasmani. Kebugaran jasmani erat kaitannya dengan kegiatan manusia dalam melakukan pekerjaan dan bergerak. Terdapat berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani, antara lain latihan kekuatan, latihan kelenturan, latihan keseimbangan, dan latihan daya tahan. Kebugaran Jasmani dalam Kehidupan © Kebugaran jasmani atau bisa juga disebut kesegaran jasmani menyangkut kemampuan penyesuaian tubuh seseorang terhadap perubahan faal tubuh yang disebabkan oleh kerja tertentu, dan menggambarkan derajat sehat seseorang untuk berbagi tingkat kegiatan fisik. Dengan demikian, pada kebugaran jasmani ada 3 tiga unsur pokok, yakni unsur sehat, unsur sesuai bagi tubuh, dan unsur kerja atau latihan.. Sesuai bagian tubuh artinya sebagai kemampuan tubuh untuk menyesuaikan diri atau mengadaptasi diri terhadap kerja, sehingga tidak lekas lelah dan dapat tetap giat melaksanakan tugasnya masing-masing. Kerja atau latihan pada hakikatnya merupakan peningkatan dari proses-proses faal biokimia sebagai jawaban terhadap meningkatnya tuntutan yang harus diberikan pada organ-organ tubuh dan seluruh sistem tubuh manusia. Sehat dari faal adalah keadaan organ-organ tubuh dalam hubungannya dengan derajat formal proses-proses dari faali. Kebugaran jasmani mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kebugaran jasmani mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan kerja bagi siapa pun untuk bisa menjalankan rutinitas dan tugas-tugasnya secara optimal dan mendapatkan hasil yang baik. Berdasarkan hasil seminar kebugaran jasmani nasional pertama yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1971, dipaparkan bahwa fungsi kebugaran jasmani adalah untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan, dan kesanggupan daya kreasi serta daya tahan dari setiap individu yang berguna dengan tujuan mempertinggi daya kerja dalam pembangunan dan pertahanan bangsa dan negara. Bentuk-bentuk Kebugaran Jasmani © Berkenaan dengan pembinaan kondisi fisik untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kita perlu mengenal beberapa undur-unsur kebugaran jasmani yang perlu dilatih. Unsur-unsur kebugaran jasmani tersebut antara lain, kekuatan, daya tahan otot jantung dan paru-paru, kelincahan, daya ledak power dan kelentukan. Unsur-unsur di atas dapat dilatih dengan berbagai bentuk, di antaranya adalahinterval training,circuit training, aerobik,jogging, dan kalestenik. © Setiap individu memerlukan kesegaran jasmani yang cukup untuk dapat melaksanakan rutinitasnya agar lebih efektif dan efisien tanpa mengalami kendala dan masalah kelelahan yang berarti. Tidak menimbulkan kelelahan yang berarti maksudnya adalah setelah seseorang melakukan suatu kegiatan atau aktivitas, masih mempunyai cukup semangat dan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan lainnya yang mendadak. Latihan yang baik dan berhasil adalah yang dilakukan secara teratur, seksama, sistematis, serta berkesinambungan, dengan pembebanan latihan training load yang selalu meningkat dan bertahap setiap tahunnya. Latihan dilakukan secara insidential atau dilakukan beberapa bulan menjelang pertandingan saja tidak ada artinya sama sekali. Hal tersebut dapat merusak perkembangan atlet di kemudian hari. Latihan adalah proses yang sistematis yang harus menganut prinsip-prinsip latihan tertentu sehingga organisasi dan mekanisme neuro-physiological atlet akan bertambah baik. Program latihan harus disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut 1. Prinsip Overload Prinsip latihan overload adalah suatu prinsip latihan dengan pembebanan dalam latihan harus melebihi ambang rangsangan terhadap fungsi fisiologi yang dilatih. Dalam melakukan latihan, porsi latihan harus bervariasi, hari-hari latihan berat dan harus diselingi pula dengan hari-hari latihan ringan. 2. Prinsip Konsistensi Konsistensi adalah kemauan untuk melakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. Untuk mencapai kondisi fisik yang baik diperlukan latihan setidak-tidaknya tiga kali seminggu. Latihan sekali seminggu tidak akan meningkatkan kualitas fisik, sedangkan latihan dua kali per minggu hanya menghasilkan peningkatan kecil. Sebaliknya, latihan 5 – 6 kali per minggu tidak disarankan karena dapat mengakibatkan kerusakan fungsi organ-organ tubuh. 3. Prinsip Spesifikasi Latihan yang spesifik akan meningkatkan efek biologis dan menimbulkan adaptasi atau penyesuaian dalam tubuh. Konsep spesifikasi diperkuat dengan fakta-fakta biomekanik dan tiap-tiap bentuk atau tipe latihan mempunyai sumber energi dan kebutuhan oksigen yang berbeda-beda. Yang menentukan spesifikasi adalah; Macam atau bentuk latihan, Ukuran atau pertimbangan yang berbeda-beda, dan Waktu latihan. 4. Prinsip Progresif Latihan secara progresif adalah suatu latihan pembebanan yang diberikan pada seorang atlet harus ditingkatkan secara berangsur-angsur disesuaikan kemajuan dan kemampuan atlet. Beban latihan yang ditingkatkan dalam waktu singkat malah bisa mempersulit proses adaptasi fisiologis dan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan fisik. 5. Prinsip Individualitas Sebenarnya tidak ada program latihan yang langsung cocol bagi semua atlet. Tiap-tiap latihan harus dibuat yang cicik bagi individu karena tidak ada dua orang yang persis sama. Untuk memberi hasil yang optimal dalam prinsip individual, perlu diperhatikan Respon terhadap latihan, Pembebanan latihan, dan Kemampuan penyesuaian diri. 6. Prinsip Tahap Latihan Respon peserta terhadap latihan dipengaruhi oleh tahap latihan. Peserta pemula sebaiknya dimulai dengan dosis beban latihan sedang, semakin lama berlatih dosisnya semakin meningkat. Pada tingkatan untuk mencapai kesegaran jasmani yang baik perlu dosis yang cukup berat. 7. Prinsip Periodisasi Periodisasi adalah program jangka pendek dengan berjangka dan bertahap periode. Jangka waktu program jangka pendek harus dibuat bertahap sepanjang tahun. Bentuk-bentuk latihan dan komponen-komponen yang diberikan dalam latihan harus menurut tingkat dan jenjang yang bertahap periode dalam program latihan. 8. Prinsip Kestabilan Pada saat awal tahun secara teratur dalam organisasi prestasi, prestasi dapat meningkat cepat. Namun, setelah mencapai tingkatan prestasi tertentu, terasa bahwa prestasi sulit meningkat lagi. Fungsi Kebugaran Jasmani © Fungsi khusus dari kebugaran jasmani terbagi menjadi tiga golongan sebagai berikut 1. Berdasarkan pekerjaan/aktivitas Misalnya kebugaran jasmani yang dilakukan seorang atlet untuk meningkatkan dan mempertahankan prestasi, kebugaran jasmani oleh pekerja kantoran untuk meningkatkan produktivitasnya, dan kebugaran jasmani bagi siswa/pelajar untuk meningkatkan kemampuan belajar. 2. Berdasarkan keadaan Contohnya adalah kebugaran jasmani bagi orang yang menderita cacat untuk rehabilitasi, dan kebugaran jasmani bagi ibu hamil untuk mempersiapkan diri menghadapi kelahiran. 3. Berdasarkan umur Misalnya kegiatan yang dilakukan anak-anak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya, dan kebugaran jasmani yang dilakukan oleh para orang tua atau lansia dengan tujuan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam melakukan kegiatan sehari-hari diperlukan tingkat kebugaran jasmani yang optimal pula sesuai dengan tuntutan kegiatannya. Kebugaran jasmani tidak hanya berfungsi dalam bidang olahraga saja, tetapi juga dalam seriap bidang kehidupan secara menyeluruh. Faktor Kebugaran Jasmani © Kebugaran jasmani dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah faktor makanan dan gizi, faktor tidur dan istirahat, faktor kebiasaan hidup sehat, dan faktor latihan olahraga atau latihan jasmani. Keempat faktor kebugaran jasmani tersebut, masing-masing dijelaskan sebagai berikut. Makanan yang cukup dan bergizi Makanan berfungsi bagi tubuh sebagai sumber tenaga, zat-zat untuk pembentukan dan pembangun sel di dalam tubuh, sebagai pertahanan tubuh, serta meningkatkan kelancaran berbagai macam proses biologi yang terjadi di dalam tubuh. Fungsi-fungsi tersebut dapat terpenuhi bila makanan yang kita konsumsi cukup dan bergizi. Dengan demikian, makanan yang bergizi akan sangat berpengaruh terhadap kebugaran jasmani seseorang. Kebiasaan hidup sehat Kebiasaan hidup sehat yang teratur dan dikerjakan secara kontinu akan dapat mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani seseorang. Kebiasaan ini meliputi makan dan mandi yang teratur, cuci makan sebelum makan, gosok gigi, dan cuci muka sebelum tidur, kebiasaan hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan, dan masih banyak lagi. Termasuk juga dalam hal ini adalah menghindari kebiasaan hidup yang dapat merusak tubuh seperti merokok, minum minuman keras, dan mengonsumsi narkoba. Latihan olahraga atau latihan jasmani Salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran jasmani adalah melalui latihan jasmani atau olahraga secara teratur dan kontinu. Misalnya dengan melakukan lari pagi jogging, senam kesegaran jasmani, senam aerobik, dan aktivitas olahraga lainnya. Kegiatan melakukan latihan olahraga tersebut sangat bermanfaat bagi tubuh kita terutama untuk mengatur pernapasan, mengatur gerakan otot, mengatur berat badan, dan mengatur ketenangan berpikir. Penelitian di Human Population Laboratory pada California Depaetemen of Health menerbitkan daftar kebiasaan yang berkaitan dengan kesehatan dan umur panjang, yaitu Olahraga secara teratur Tidur secukupnya Sarapan yang baik Makan secara teratur Kontrol berat badan, dan Bebas dari rokok dan obat-obatan. Istirahat atau tidur yang cukup Selain faktor di atas, ada satu lagi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani yaitu istirahat atau tidur yang cukup. Orang yang kurang tidur mudah sakit dan mendapat berbagai gangguan jasmani maupun rohani. orang yang kurang istirahat akan mudah letih, lemas bahkan tidak bertenaga, tidak tenang dan cemas. Menurut penelitian, waktu tidur yang cukup untuk anak usia 1 – 4 tahun adalah 12 jam per hari, usia 4 – 12 tahun adalah 10 jam per hari, orang dewasa memerlukan waktu tidur 5 – 7 jam dalam sehari. Untuk pelajar, rata-rata memerlukan waktu tidur selama 8 jam dalam sehari. Selanjutnya, untuk mendapatkan tingkat kebugaran jasmani yang optimal diperlukan beberapa unsur-unsur kebugaran jasmani berikut, yaitu daya tahan, kekuatan otot, tenaga ledak otot, kecepatan, ketangkasan, kelenturan, keseimbangan, kecepatan reaksi dan koordinasi. Dari sembilan unsur tersebut tidak mesti setiap orang harus memiliki semuanya, akan tetapi disesuaikan dengan jenis pekerjaan atau aktivitasnya. Jadi setiap orang akan memiliki porsi yang berbeda pada pemenuhan unsur-unsur kebugaran jasmani tersebut. Latihan Kebugaran Jasmani © Usaha peningkatan dan pemeliharaan kebugaran jasmani tidak terlepas dari latihan jasmani yang membina kesembilan unsur kebugaran jasmani. Maksud latihan jasmani di sini adalah kegiatan jasmani menurut cara dan aturan tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi faal tubuh yang berguna bagi peningkatan kebugaran jasmani. Peningkatan yang diperoleh itu dapat dilihat antara lain berupa peningkatan kemampuan gerak, tidak cepat lelah, dan peningkatan keterampilan. Jika seseorang memiliki keinginan untuk meningkatkan atau memelihara kebugaran jasmani, di antara caranya adalah dengan melakukan latihan fisik atau latihan jasmani. Suatu latihan yang dimaksud untuk meningkatkan kemampuan jasmani, harus dilakukan menurut aturan dan cara tertentu. Hal ini berkaitan pula dengan jenis kegiatan jasmani yang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu jenis kegiatan yang bersifat aerobik dengan O2, anaerobik tanpa menggunakan O2, dan yang tergantung pada keterampilan skill. Masing-masing kegiatan jasmani tersebut diperlukan unsur latihan fisik yang teratur dan rutin dan sesuai aturan yang berlaku. Dalam rangka pembuatan program latihan fisik, perlu diperhatikan beberapa aturan yang meliputi tipe latihan, intensitas latihan, frekuensi dan keseimbangan. Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani © Kebiasaan kurang aktif dan kurang gizi yang buruk merupakan penyebab kematian yang banyak memakan korban setelah menghisap rokok. Sekitar 30% anak remaja di Inggris meninggal karena tembakau atau nikotin. Latihan jasmani secara teratur akan mendatangkan manfaat sebagai berikut. Terbangun kekuatan dan daya tahan otot, seperti; kekuatan tulang dan persendian, selain mendukung penampilan baik dalam olahraga maupun kegiatan non olahraga. Meningkatkan daya tahan aerobik Meningkatkan fleksibilitas Membakar kalori agar badan terhindar dari kegemukan Mengurangi stres Meningkatkan rasa bahagia. Demikianlah uraian mengenai kebugaran jasmani.
18 hormon yang terdapat dalam otak untuk memberikan kekuatan menghadapi kanker, meningkatkan gelombang otak alfa, dan meningkatkan kinerja brain neourotransmitter atau penyalur syaraf. Berdasarkan penjelasan materi di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatanaktivitas fisik kebugaran jasmani memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuhfisik maupun untuk kesehatan mentalrohani. d. Prinsip – Prinsip Kebugaran Jasmani Aktivitas kebugaran jasmani yang akan dilakukan tidak dapat dilakukan dengan sembarang. Latihan kebugaran jasmani harus memperhatikan prinsip- prinsip baik dalam melakukan latihan maupun saat merencanakan program latihan. Latihan kebugaran jasmani merupakan salah satu usaha untuk menyesuaikan keadaan jasmani terhadap kegiatan yang diperberat atau lebih berat dengan cara bertahap sehingga akan mengalami adaptasi dalam menerima atau melakukan kegiatan yang lebih berat. Latihan kebugaran diartikan sebagai proses sistematis menggunakan gerakan yang bertujuan meningkatkan atau mempertahankan kualitas fungsi tubuh meliputi kualitas daya tahan paru jantung, kekuatan dan daya tahan otot, kelentukan, dan komposisi tubuh Djoko Pekik, 2004 12. Prinsip-prinsip latihan kebugaran menurut Djoko Pekik 2004 12, yaitu sebagai berikut 1 Beban lebih Overload, 2 Kekhususan Specifity, dan 3 Kembali asal Reversible. Prinsip – prinsip dalam latihan kebugaran jasmani memiliki pengertian sebagai berikut 19 1 Beban lebih Overload Pembebanan yang diberikan dalam latihan harus lebih berat dibandingkan aktivitas fisik sehari-hari yang biasa dilakukan Djoko Pekik, 2004 12. Menurut Giri Wiarto 2015 33 Prinsip beban berlebih yaitu dalam setiap melakukan aktivitas fisik harus selalu diupayakan adanya penambahan beban latihan antara latihan saat itu dan latihan selanjutnya. Misalnya seseorang yang setiap berangkat kerja berjalan sejauh 500 meter, maka pada saat berlatih untuk meningkatkan kebugarannya, harus menempuh jarak yang lebih jauh atau berjalan lebih cepat. Berdasarkan beberapa pendapat di atas prinsip beban lebih Overload dapat disimpulkan bahwa dalam memberikan beban latihan adalah lebih berat dari beban yang diterima dalam aktivitas sehari-hari dan ada penambahan beban dalam latihan selanjutnya. 2 Kekhususan Specifity Latihan yang dipilih harus sesuai dengan tujuan latihan yang hendak dicapai Djoko Pekik, 2004 12. Menurut Giri Wiarto 2015 33 bentuk latihan hendaknya bersifat spesifik sesuai dengan maksud dan tujuan latihan dilakukan. Misalnya untuk menurunkan berat badan pilihlah latihan aerobik, sedangkan untuk melatih kekuatan otot pilihlah latihan berat. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas kekhususan pada prinsip-prinsip latihan kebugaran dapat dikatakan sebagai penyesuaian bentuk latihan dengan tujuan dan maksud dari latihan yang akan dicapai. 20 3 Kembali asal Reversible Kebugaran yang telah dicapai akan berangsur-angsur menurun bahkan bisa hilang sama sekali jika latihan tidak dikerjakan secara teratur dengan takaran yang tepat. Kebugaran akan menurun 50 setelah berhenti latihan 4-12 Minggu dan akan terus berkurang hingga 100 setelah 10-30 Minggu Djoko Pekik, 200412. Prinsip kembali asal dapat dijelaskan sebagai berikut latihan yang dilakukan telah menyesuaikan dengan beban yang diterima dan akan terus meningkat seiring dengan prinsip overload. Bila latihan tidak dilakukan secara teratur atau terhenti selama beberapa waktu maka kemampuan untuk menyesuaikan beban yang diterima akan menurun bahkan menghilang dan kembali ke keadaan semula yaitu keadaan awal sebelum melakukan latihan. Latihan dalam meningkatkan kebugaran jasmani juga dipengaruhi oleh takaran atau dosis latihan. Menurut Djoko Pekik Irianto 2004 14, keberhasilan dalam meningkatkan kebugaran sangat dipengaruhi oleh takaran atau dosis latihan yang dijabarkan dalam konsep FITT Frekuensi, Intensitas, Time, Tipe. Adapun pengertian dari FITT adalah 1 Frekuensi Frekuensi adalah banyaknya unit latihan per Minggu. Untuk meningkatkan kebugaran perlu latihan 3-5 kali per Minggu. Sebaiknya dilakukan berselang, misalnya Senin, Rabu, Jumat. Sedangkan hari yang lain digunakan untuk istirahat agar tubuh memiliki kesempatan melakukan recovery pemulihan tenaga Djoko Pekik Irianto, 2004 14. Menambahkan, menurut Giri Wiarto 2015 33 frekuensi adalah jumlah latihan yang dilakukan dalam periode waktu tertentu. 21 Berdasarkan pendapat di atas frekuensi latihan adalah banyaknya latihan yang dilakukan pada periode tertentu. 2 Intensitas Intensitas adalah kualitas yang menunjukkan berat ringannya latihan. Besarnya intensitas tergantung pada jenis dan tujuan latihan. Secara umum intensitas latihan kebugaran adalah 60 -90 detak jantung maksimal dan pembakaran lemak 65 -75 detak jantung maksimal. Latihan daya tahan paru- jantung 75 -85 detak jantung maksimal dan latihan anaerobik untuk atlet 85 detak jantung maksimal Djoko Pekik Irianto, 2004 14. Intensitas adalah ukuran untuk menunjukkan kualitas suatu rangsangan atau pembebanan. Untuk menentukan besarnya intensitas latihan dapat diketahui salah satunya adalah dengan cara mengetahui denyut nadi maksimal. Rumus untuk menentukan denyut nadi maksimal adalah Denyut Nadi Maksimal = 220 - umur Giri Wiarto, 2015 33. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa intensitas adalah ukuran yang menujukan kualitas suatu latihan yang dapat ditentukan dengan mengetahui target dari Denyut Nadi Maksimal yang harus dicapai. 3 Time Time adalah waktu atau durasi yang diperlukan setiap kali berlatih. Untuk meningkatkan kebugaran paru-jantung dan penurunan berat badan diperlukan waktu berlatih 20-30 menit, dan hasilnya akan tampak nyata setelah berlatih 8-12 Minggu dan akan stabil setelah 20 Minggu berlatih Djoko Pekik, 2004 14. Giri Wiarto 2015 33 mengatakan bahwa lamanya latihan adalah ukuran yang yang 22 menunjukkan lama waktu latihan dalam setiap melakukan latihan disebut juga durasi latihan. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Time dalam FITT adalah ukuran lamanya waktu atau durasi dalam setiap latihan. 4 Tipe Tipe adalah sebuah bentuk atau model latihan yang akan digunakan untuk mencapai sasaran latihan tertentu Djoko Pekik, 2004 14. Bentuk latihan hendaknya bersifat spesifik sesuai dengan maksud dan tujuan latihan dilakukan Giri Wiarto, 201533. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bawah tipe adalah sebuah model latihan yang digunakan berdasarkan tujuan dan sasaran dalam melakukan latihan. e. Perencanaan Program Latihan Kebugaran
Prinsip-prinsip latihan kebugaran jasmani dilakukan agar bisa mendapatkan badan yang bugar. Foto Reuters SAAT melakukan olahraga fisik ada prinsip-prinsip latihan kebugaran jasmani agar tubuh bugar tidak mudah lelah dan sehat. Tubuh yang bugar dapat meningkatkan serta mengoptimalkan aktivitas yang akan dilakukan, karena dirinya menyimpan cadangan energi. Kebugaran jasmani merupakan kemampuan dari tubuh untuk melakukan segala aspek dalam kehidupan sehari-hari dan dilakukan secara fit, serta semangat. Untuk mencapai kebugaran jasmani, tentu saja harus melakukan kegiatan fisik yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Terdapat 3 macam jenis kebugaran Baca Juga 1. Aerobik yang merupakan jenis kebugaran yang berfokus kepada kesehatan jantung dan paru-paru. Kedua, muscle strengthening yang berfokus pada kekuatan otot. 2. Latihan angkat beban dan push up merupakan latihan yang dapat membantu untuk meningkatkan kekuatkan otot. 3. Flexibility adalah hasil dari latihan fisik yang sudah dilakukan. Fleksibilitas dapat berasal dari peregangan, maka dari itu setiap kali selesai melakukan latihan fisik diperlukan pergangan secara perlahan pada otot. Adapun prinsip-prinsip latihan kebugaran jasmani yang harus kita ketahui, sebagai berikut1. Prinsip IndividualitasPrinsip-prinsip latihan kebugaran jasmani yang perlu kita ketahui adalah prinsip individualitas. Hal ini dikarenakan, setiap individu berbeda-beda dan memiliki kemampuan yang berbeda pada setiap latihan fisik yang akan ia lakukan. Setiap individu juga memiliki respon yang berbeda atas latihan yang akan dilakukannya. Faktor yang memengaruhi perbedaan kemampuan dan respon dari setiap individu antara lain adalah kemampuan genetik, usia, kondisi mental dan otot.
- Tingkat kebugaran jasmani setiap individu memiliki perbedaan berdasar rangkaian aktivitas yang dijalani setiap hari. Pengaruh tingkat kebugaran jasmani dirasakan setiap orang ketika melakukan kegiatan rutin, yang melibatkan gerakan tubuh secara kegiatan fisik dengan menggerakkan bagian tubuh melalui otot dan rangka secara bergantian memicu pengeluaran energi yang cukup berarti. Kemampuan tubuh manusia untuk menerima beban saat melakukan aktivitas disebut sebagai kekuatan dalam kebugaran jasmani. Lalu, tingkat kemampuan fisik menggunakan sistem jantung, paru-paru, hingga peredaran darah secara efektif disebut sebagai daya tahan unsur dalam kebugaran jasmani. Dua unsur kebugaran jasmani tersebut bisa dijaga maupun ditingkatkan melalui bentuk program latihan fisik secara rutin. Baca juga Unsur-unsur Kebugaran JasmaniNamun, mengapa program latihan fisik harus direncanakan serta dilakukan secara sistematis oleh partisipannya? Program latihan fisik harus direncanakan dengan baik dan sistematis serta ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani maupun kemampuan fungsional sistem tubuh. Dalam buku Theory and Methodology of Training 2009 oleh Tudor Olimpius Bompa dan Carlo Buzzichelli, sistem sirkulasi darah melalui jantung hingga kekuatan bisa terbentuk dari kondisi fisik yang baik. Kondisi kebugaran jasmani optimal seseorang bisa dicapai dengan melakukan latihan sesuai kemampuan, terencana, dan teratur. Seperti mengutip dari buku Kepelatihan Olahraga Teori dan Metodologi; 2015 oleh Harsono, latihan merupakan proses yang sistematis dalam mempersiapkan olahragawan. Baca juga Jenis Latihan Fisik untuk Meningkatkan Kebugaran Tubuh Proses latihan dilakukan secara berulang dengan beban yang semakin meningkat seiring durasi persiapan fisik bergulir. Tidak hanya bagi olahragawan, program latihan fisik harus direncanakan dan sistematis untuk seorang individu agar mencapai sasaran peningkatan kebugaran jasmani yang diinginkan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
prinsip utama ketika berlatih untuk mencapai kebugaran jasmani adalah